Pengelolaan Bank Sampah Desa Awang Bangkal Barat
Kebersihan lingkungan merupakan salah satu prasyarat penting terciptanya keluarga sejahtera. Sadar akan hal ini, PKK Awang Bangkal Barat menggagas program Bank Sampah terpadu yang pengelolaannya diserahkan sepenuhnya kepada kader-kader desa.
Dari Sampah Menjadi Emas
Konsep Bank Sampah ini cukup sederhana. Warga diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan, melainkan memilahnya di rumah tangga:
- Sampah Organik: Diolah menjadi pupuk kompos untuk tanaman Hatinya PKK.
- Sampah Anorganik (Plastik, Kertas, Kaca): Disetorkan ke Bank Sampah untuk ditimbang dan ditukar dengan saldo tabungan.
Uang hasil penjualan sampah yang terkumpul ke pengepul akan dimasukkan ke dalam buku tabungan warga. Menariknya, pada akhir tahun menjelang hari raya, saldo tabungan tersebut bisa dicairkan dalam bentuk uang tunai maupun ditukar dengan bahan kebutuhan pokok (Sembako).
“Ini adalah bentuk edukasi sirkular ekonomi. Sampah yang dulunya masalah, kini bisa menjadi berkah. Lingkungan jadi bersih, dan ibu-ibu punya tabungan tambahan,” jelas Ketua TP PKK.
Hingga saat ini, tercatat lebih dari 150 Kepala Keluarga aktif menjadi nasabah Bank Sampah Desa Awang Bangkal Barat, dan jumlah ini diharapkan akan terus bertambah.